Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hati-hati, Keyakinan Membatasi Kemampuan Diri

Hati-hati, Keyakinan Membatasi Kemampuan Diri

Hati-hati, Keyakinan Membatasi Kemampuan Diri

Apa yang anda lihat dari seekor gajah? Tepat sekali, karena ia merupakan binatang yang paling besar dengan bobot yang paling berat di dunia ini, tentunya tenaga yang dimiliki oleh seekor gajah juga sangat besar bukan?

Logikanya, dengan tenaga besar yang dimiliki oleh seekor gajah, ia bisa berbuat apa saja untuk mempertahankan diri. 

Kabarnya pula, harimau si raja hutan pun akan takut begitu mendengar lengkingan suara gajah. Bukan karena harimau tidak berselera dengan daging gajah yang keras itu, tetapi mungkin karena ia takut akan kuatnya tendangan dan injakan kaki gajah. 

Nah, pernahkah anda mendengar bahwa di Lampung, Kalimantan, India, Srilanka dan beberapa negara Asia lainya, gajah-gajah dijadikan "alat bantu" untuk berbagai kegiatan manusia? 

Di India, gajah biasanya digunakan sebagai "alat" untuk bercocok tanam, membawa barang-barang dagangan, menarik gelondongan kayu dari hutan, memindahkan batu-batu besar dari sungai ke daratan, dan lain sebagainya. 

Bahkan bukan saja orang tua yang menggunakan mereka, anak-anak kecil pun dengan santainya dan tanpa rasa takut menggunakan mereka ketika membantu kerja orang tua mereka. 

Begitu pula di sirkus, gajah-gajah besar dengan bobot ribuan kilogram dengan mudahnya diatur dan diperintahkan untuk melakukan sesuatu, mereka jinak, bukan?

Bagaimana caranya gajah-gajah liar dan bertenaga besar tadi bisa diatur oleh manusia? Bagaimana caranya mengendalikan gajah-gajah tersebut?

Caranya, para pelatih gajah memasukkan "program" ke dalam pikiran gajah ketika gajah-gajah itu masih sangat muda. "Program" dimaksud adalah menciptakan rasa terbelenggu di benak para gajah (self-imposed limits). 

Bagaimana cara kerjanya? Ketika para gajah tersebut masih sangat muda, dengan berat sekitar 150 kg, mereka di ikat dengan beberapa utas rantai yang sangat besar, berat, dan kuat. 

Kemudian, rantai-rantai ini diikat pada sebuah tonggak besar yang tidak dapat digerakkan. Setiap hari, gajah-gajah muda ini berusaha untuk melepaskan diri dari belenggu dan keterbatasan ini, dari rantai-rantai tersebut. 

Bahkan sesekali mereka mencoba memutus rantai-rantai ini dengan cara menggigitnya. Namun apa daya, rantai-rantai tersebut sangat besar dan kuat, dan mereka tetap terbelenggu. 

Pada suatu ketika mereka merasa lelah dan akhirnya menyerah pasrah pada keadaan, mereka sudah putus asa untuk mencoba melepaskan diri dari belenggu tersebut. 

Sekarang, para gajah tersebut merasa yakin bahwa mereka tidak memiliki kesempatan lagi untuk terbebas dari belenggu. Mereka akhirnya sepenuhnya menerima kenyataan dan yakin bahwa rantai-rantai membelenggu dan membatasi mereka. 

Dengan keyakinan ini, para pengendali mereka mulai mengganti rantai-rantai pengikat dengan rantai-rantai yang lebih kecil. Ternyata gajah-gajah ini tetap tidak mau dan tidak mampu lagi mengubah keadaan serta melepaskan diri, dan rantai-rantai pun diganti dengan yang lebih kecil, begitu seterusnya. 

Bahkan ketika gajah-gajah tersebut telah tumbuh besar dan kuat dengan berat sekitar 3.000kg, mereka tetap tidak melawan dan berusaha melepaskan diri, sebab mereka "yakin" bahwa mereka tidak punya kesempatan sama sekali untuk bisa melepaskan diri. 

Kesimpulanya..

Seperti anda lihat, keyakinan para gajah ini tidak nyata, hanya bersemayam di dalam pikiran mereka, keyakinan yang tidak memberdayakan. Inilah yang dinamakan dengan self limiting belief (keyakinan yang membelenggu diri). 

Pun kita semua sebenarnya sudah di-"program: dengan membentuk batasan-batasan diri kita sendiri. Kita membuat penjara yang mengerangkeng sebagian besar potensi kita. 

Semua itu juga tidak nyata, hanya bersemayam di dalam pikiran kita, dan semua itu adalah keyakinan yang tidak memberdayakan. 

Dan dengan keyakinan yang tidak tertulis ini, yang hanya bersemayam di pikiran kita, yang membelenggu dan membatasi pikiran kita, sehingga kita tidak tidak bisa : 
  • Mencapai hasil yang maximal dalam hidup kita,
  • Mencapai target yang lebih tinggi lagi,
  • Mencapai kesuksesan yang jauh lebih besar,
  • Mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari yang kita capai saat ini,
  • Mencapai jenjang karier yang lebih tinggi seperti yang selalu kita impikan, 
  • Mencapai mimpi-mimpi dan cita-cita kita. 
Seperti seekor gajah, kita memiliki belenggu yang mungkin mengikat kita sedari kecil atau mungkin dari pengalaman-pengalaman kita terdahulu. 

Sudah saatnya kita memerhatikan dengan seksama, apakah belenggu itu masih aktif atau tidak. Patahkan belenggu itu untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar lagi. 

Posting Komentar untuk "Hati-hati, Keyakinan Membatasi Kemampuan Diri"

Berlangganan via Email