Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kegagalan Bukan Akhir Segalanya


Tengoklah para CEO terkenal dunia seperti Bill Gates, Soichiro Honda, Steve Jobs, dan lain-lain, mereka adalah orang-orang yang berkali-kali gagal dan melakukan kegagalan yang besar sebelum kesuksesan mereka terungkap.

Mereka melihat bahwa kegagalan itu sementara dan mereka siap untuk bangkit kembali pada kesempatan berikutnya. Orang-orang yang tidak pernah mencoba tidak akan pernah tahu seberapa besar kesempatan yang hilang.

Mereka hanya fokus pada seberapa banyak kegagalan yang ingin mereka hindari. Ingatlah, sangat jarang orang langsung dapat sukses ketika percobaan pertama.

Apakah Anda langsung sukses dan lancar ketika pertama kali mencoba mengendarai sepeda? Saya yakin, Anda belajar bersepeda dengan terseok-seok bahkan terjatuh berkali-kali.

Namun semua kejadian itu justru menambah semangat Anda untuk berusaha lebih giat. Kini mengapa banyak orang dewasa yang baru gagal satu atau dua kali saja sudah memvonis diri mereka sebagai seorang pecundang?

Ingatlah, bahwa dalam hidup ini kita belajar dalam sebuah sekolah kehidupan yang mengajarkan sukses melalui kegagalan demi kegagalan. Sebuah petuah bijak mengatakan, "Yang penting bukanlah apakah Anda telah gagal tetapi apakah Anda puas dengan kegagalan itu dan mengambil pelajaran dari kegagalan itu."

Pada pertemuan salah satu kelas pelatihan yang saya berikan kepada para tenaga penjual yang sudah bergabung selama setahun, ruang saya selalu memperlihatkan kepada mereka dalam training kami para juara-juara selama lebih 15 tahun sejak perusahaan kami berdiri.

Setelah itu saya meminta mereka untuk melakukan aktivitas pemasaran layaknya para juara yang terpampang di dinding dan menyiapkan dana investasi dalam aktivitas pemasaran mereka.

Kebanyakan dari mereka berkata akan melakukannya setelah mereka sukses terlebih dahulu. Sangat menyedihkan, banyak orang menunggu hasil yang nyata, baru mau bekerja. Menunggu kesuksesan sebelum kegagalan.

Mereka mempunyai konsep yang salah, karena dalam hidup ini Anda harus menanam dulu, baru dapat menuai hasilnya.

Menurut Anda, apa yang akan terjadi jika seseorang pemain tenis terus-menerus mengarahkan pandangannya pada scoreboard (papan angka) menunggu sampai ia menang; apakah ia akan meme- nangkan pertandingan itu? Tentu tidak.

Satu-satunya cara jika ia ingin menang adalah dengan terus-menerus fokus mengikuti ke mana arah bola yang diarahkan lawannya. Selama ia terus dapat mengembalikan bola dengan baik, ia tidak perlu khawatir dengan apa yang akan tertera di scoreboard nantinya.

Kesimpulannya, fokuslah terhadap yang baik akan datang dengan sendirinya. proses, hasil

Dalam salah satu penelitian yang dilakukan oleh para Oseanografi disimpulkan bahwa hanya ada empat persen kerang yang memiliki mutiara. Jika Anda mengambil seratus kerang dengan tujuan mendapatkan empat mutiara, maka Anda akan membutuhkan puluhan kali kegagalan sebelum menemukan keempat kerang berisi mutiara tersebut.

Kebanyakan orang berhenti setelah berusaha beberapa kali saja dan akhirnya tidak menemukan mutiara. Banyak orang yang mengaku sudah berusaha tetapi gagal; namun faktanya mereka berhenti sebelum berhasil.

Segelintir orang lain tetap berusaha walau belum menemukan mutiara di kerang yang ke-96. Pada akhirnya mereka mendapatkan empat mutiara berturut-turut. Banyak orang yang tidak mengetahui usaha di balik keberhasilan orang-orang sukses, menyebut mereka sebagai orang-orang yang beruntung.

Padahal jika dilihat ke belakang, keberuntungan itu terjadi setelah mereka melalui semua kegagalan yang diperlukan guna mencapai kesuksesan.

Faktanya, banyak orang yang mundur ketika baru saja mengalami beberapa kali kegagalan dan tidak bersedia melanjutkan perjuangan menghadapi kegagalan-kegagalan lain yang akan muncul.

Posting Komentar untuk "Kegagalan Bukan Akhir Segalanya "

Berlangganan via Email