Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Positive Affirmation, Penegasan Positif Mempengaruhi Pikiran

Positive Affirmation, Penegasan Positif Mempengaruhi Pikiran

Positive Affirmation, Penegasan Positif Mempengaruhi Pikiran. 

Bayangkan anda akan memberikan presentasi kepada sebuah perusahaan besar mengenai produk anda. Walaupun anda telah terbiasa melakukan presentasi, namun kali ini anda merasa takut dan pikiran anda memikirkan penolakan yang mungkin terjadi. 

Lima menit sebelum pertemuan, anda meyakinkan diri anda bahwa presentasi ini akan berjalan dengan baik. Mulailah anda mengumpulkan keberanian anda dengan mengulang kata-kata di pikiran anda, "Saya pasti bisa... saya pasti bisa..." Anda terus-menerus berpikir dan meyakinkan diri bahwa anda dapat memberikan presentasi yang sempurna dan anda "melihat" klien anda menyukai proposal anda. 

Akhirnya anda mampu melalui presentasi itu sesuai dengan ekspektasi anda. Apa sebenarnya yang anda lakukan pada saat itu? Anda sebenarnya sedang menggunakan positive affirmation (penegasan positif) kepada pikiran anda. 

Possitive affirmation adalah kata-kata atau kalimat-kalimat positif yang di ucapkan berulang kali dengan tujuan menguatkan keyakinan diri. 

Jika dilakukan berulang-ulang, hal ini akan mempengaruhi pikiran bawah sadar (subconscious mind) anda. Hasilnya tentu saja merupakan tindakan yang positif dan dapat membawa anda pada hasil yang di inginkan. 

Kata-kata atau kalimat-kalimat positif ini berisi hal-hal yang merupakan keinginan atau tujuan anda, yang di ucapkan berulang-ulang dengan penuh keyakinan, perhatian, dan perasaan. 

Possitive affirmation akan menjadi dahsyat pengaruhnya jika anda mengikuti persyaratan 4P, yaitu harus bersifat Personal, Positive, Present Tense, dan Powerful. 

1. Personal ditujukan bagi diri kita sendiri "Saya pasti berhasil",

2. Positive 
karena pikiran bawah sadar kita tidak mengenal kalimat negatif seperti "Saya tidak mau kalah," kalimat ini tidak dipahami oleh subconscious mind kita. Sebaiknya mengganti kalimat tersebut dengan, "Saya pasti menang."

3. Present Tense
Digunakan karena subconscious mind kita tidak mengenal apa yang namany past  atau future, ia menerimanya seakan-akan hal itu telah terjadi sekarang. Contoh, "Saya pasti berhasil" bukanya "Saya akan berhasil".

4. Powerful
Agar kalimat tersebut melekat dan dapat lebih memotivasi diri kita. Contoh, "Saya seorang yang terbaik dalam bidang saya," "Saya merasa sangat bersemangat untuk memulai hari ini." 

Affirmation bekerja dalam dua bentuk, membangun kepercayaan atau meruntuhkan kepercayaan diri. Kenyataanya, banyak orang yang mengucapkan kata-kata negatif, lukisan dari kerdilnya kepercayaan diri. 

Bahkan kata-kata tersebut diulang-ulang setiap harinya. Jangan heran jika pada suatu saat kata-kata tersebut akhirnya menjadi kenyataan, karena sekali lagi, setiap kata-kata yang di ulang akan mempengaruhi pikiran bawah sadar kita akhirnya akan bekerja dengan informasi yang sudah tertanam kuat tersebut dan memberikan berbagai instruksi kepada pikiran sadar kita. 

Hasilnya bisa dipastikan, ia akan menjadi kenyataan. Apa yang membedakan seorang yang sukses dengan seorang yang gagal? Jawaban sederhananya adalah, orang-orang sukses berpikir dan membicarakan hal-hal yang mereka inginkan, sedangkan orang-orang gagal berpikir dan membicarakan hal-hal yang mereka tidak inginkan. 

Beberapa contoh berikut ini dapat mengubah sikap anda terhadap apa yang anda katakan kepada diri anda :

Situasi: Anda akan bertamu dengan seorang pelanggan penting. 
Penegasan negatif. "Saya tidak mampu menjawab pertanyaanya."
Penegasan positif. "Saya yakin mampu memberikan jawaban yang memuaskan."

Situasi: Menghadapi masalah baru dalam pekerjaan. 
Penegasan negatif. "Saya tahu bahwa saya tidak mampu menghadapinya."
Penegasan positif. "Saya akan belajar sesuatu yang baru dan saya pasti bisa."

Situasi: Melakukan presentasi di depan umum. 
Penegasan negatif. "Apa yang harus saya katakan?"
Penegasan positif. " Saya akan menyampaikan pesan yang tak terlupakan."

Situasi: Pekerjaan yang menuntut kita kembali ke bangku sekolah. 
Penegasan negatif. "Saya rasa saya terlalu tua untuk belajar kembali."
Penegasan positif. " Usia tidak menjadi masalah, karena saya lebih senior maka saya akan membutuhkan waktu yang lebih singkat."

Situasi: Ingin memulai program diet. 
Penegasan negatif: " Saya akan memulainya besok."
Penegasan positif: " Saya tidak mau menunda apa yang semestinya harus saya lakukan hari ini."

Kapankah terakhir kali anda memikirkan dengan serius kata-kata atau ucapan yang keluar dari mulut anda? Kata-kata yang setiap hari selalu keluar dari mulut seorang akan dengan jelas menggambarkan kepribadian orang tersebut. 

Nah, bagaimana dengan anda? Seberapa ketatkah anda memperhatikan kata-kata yang keluar dari mulut anda? 

Pernahkah anda mendengar apa yang dimaksud dengan shadow boxing? Dalam olahraga tinju, istilah shadow boxing sering dipakai dalam latihan seorang petinju seakan-akan dia bertarung dengan lawanya. 

Dia akan berusaha bergerak mengikuti bayanganya sehingga seakan-akan dia bertanding melawan dirinya. Jika shadow boxing dipakai oleh seorang petinju untuk mempersiapkan dirinya, anda juga mempunyai kesempatan memakai apa yang dinamakan shadow talking. 

Shadow talking adalah bentuk affirmation yang dapat kita pakai untuk meyakinkan diri kita sebelum melakukan sesuatu. 

Bagaimana caranya kata-kata dapat mempengaruhi kesuksesan seseorang? Perhatikan alur berikut ini : 
PIKIRAN - KATA-KATA - KEYAKINAN - TINDAKAN - HASIL. 
Awal mulanya adalah di pikiran kita, sesuatu yang terbesit di pikiran kita akan sangat besar pengaruhnya karena ia akan berasosiasi dengan hal-hal positif atau hal negatif. 

Sesuatu yang kita pikirkan akan mempengaruhi kata-kata yang kita ucapkan. Setiap hari, kita mengulang-ulang kata-kata tersebut sehingga suatu saat ia akan menjadi keyakinan yang terpendam kuat di pikiran kita. 

Berbekal keyakinan ini, kita akan melakukan tindakan dan tentunya hasil yang akan kita dapatkan merupakan ujung dari proses ini. Jika yang terlintas di pikiran kita adalah hal-hal positif maka ia akan menjelma menjadi kata-kata positif. 

Setiap hari anda bertemu orang lain, anda pun menceritakan hal-hal yang positif. Kata-kata yang selalu anda ucapkan ini dengan berjalanya waktu akan menjadi keyakinan yang terpendam kuat di dalam pikiran anda. 

Pada akhirnya keyakinan itu alan mendorong anda untuk bertindak atau tidak bertindak, dan dalam kedua hal ini anda akan mendapatkan hasil yang bermula dari pikiran anda. 

Inilah kekuatan dari kata-kata yang keluar dari mulut anda. Ia merupakan refleksi dari berbagai hal yang melintas di pikiran anda. Ia akan sangat mempengaruhi realitas hidup anda. Ia akan menjelma menjadi kenyataan hidup yang akan anda hadapi, apakah positif atau negatif. 

Oleh karena itu, berhati-hatilah tdalam menggunakan kata-kata anda. Berhati-hatilah terhadap segala kata dan ucapan yang keluar dari mulut anda, karena perkataan itu akan sangat mempengaruhi keyakinan diri anda dan realitas hidup anda selanjutnya. 

Posting Komentar untuk "Positive Affirmation, Penegasan Positif Mempengaruhi Pikiran"

Berlangganan via Email